Sepohon Kayu
Home    Info
About: Membagikan apa yang aku baca. Menuliskan apa yang aku bagi.
Merekam apa yang aku lihat.

(Source: imgivingup-onyou, via teacoffeebooks)

picsandquotes:

Read and Relate more HERE

picsandquotes:

Read and Relate moreΒ HERE

picsandquotes:

Read and Relate more HERE

Bye bye SBY

picsandquotes:

Read and Relate moreΒ HERE

Bye bye SBY

– View on Path.

– View on Path.

~
2007 - 2014 | Pelantikan - Pernikahan

Selamat vik, selamat! πŸŽ‰ with Yudi and Lephi at LPPU UNDIP – View on Path.

~
2007 - 2014 | Pelantikan - Pernikahan

Selamat vik, selamat! πŸŽ‰ with Yudi and Lephi at LPPU UNDIP – View on Path.

– View on Path.

– View on Path.

– View on Path.

– View on Path.

Thought via Path

ADA ORANG yang hidupnya lebih memilih untuk tidak menjadi orang kaya.

Jika Allah memberikan kepadanya harta seratus ribu, ia mengembalikannya kepada Allah sembilan puluh ribu. Ia amat sangat tidak ingin apapun, kecuali mengharap keridhaan Allah saja.

Sementara itu, ada sebagian orang yang hidupnya lebih memilih untuk menjadi orang kaya.

Jika Allah memberikan kepadanya harta seratus ribu, ia simpan di dalam tabungan delapan puluh ribu, lalu ia mengembalikan kepada Allah sepuluh ribu, dan ia berharap Allah akan memberikan ganti kepadanya seratus hingga tujuh ratus kali lipat dari sepuluh ribu itu.

Ya Allah, betapa beragamnya makhluk-Mu.

15 Oktober 2014 – Read on Path.

~
TIDAK JADI PERGI HAJI

Kalian pernah mendengar bualan seseorang yang lebih memilih untuk tidak pergi haji (padahal ia wajib, karena mampu) dengan berdalih mempergunakan uang tersebut untuk dibagi-bagikan kepada orang miskin? Dan ia tidak pernah sekalipun membuktikan perkataannya tersebut hingga sekarang.

~

Namanya adalah Abdullah bin al-Mubarak, ia adalah imam besar dan ahli hadits yang sangat menyukai sedekah. Sedekah yang ia keluarkan dalam setahun dapat mencapai seratus ribu dinar.

Pada suatu hari ia keluar untuk menunaikan ibadah haji bersama sahabat-sahabatnya. Ketika ia melewati beberapa negeri, ia melihat ada seekor burung yang sudah mati. Kemudian ia memerintahkan agar bangkainya dibuang di tempat sampah, maka lewatlah mereka di depan sedangkan ia berada di belakang.

Ketika ia melewati tempat sampah tersebut, tiba-tiba seorang budak wanita keluar dari rumahnya yang dekat dengan tempat pembuangan sampah tersebut. Budak perempuan itu kemudian mengambil bangkai burung tadi lalu memberitahukan kepada Abdullah bin al-Mubarak bahwa ia dan saudara laki-lakinya adalah orang miskin dan tidak pernah mendapatkan santunan dari siapapun.

Kemudian Abdullah bin al-Mubarak memerintahkan wakilnya untuk menyerahkan perbekalan, dan berkata kepada wakilnya, “Berapa banyak perbekalan yang kalian bawa?”

Wakilnya menjawab, “Seribu dinar.”

Ia berkata, “Sisakan dua puluh dinar untuk keperluan pergi ke Marwa dan sisanya lagi berikan kepada budak wanita itu. Karena budak wanita ini lebih utama dariapada pergi haji.”

Kemudian Abdullah bin al-Mubarak kembali pulang sebelum menunaikan hajinya.

(Dari buku Tafakul al-Ijtima’i, Nashih Ulwan)

~

"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya."

QS. Ali-Imran : 92

#advertorial – View on Path.

~
TIDAK JADI PERGI HAJI

Kalian pernah mendengar bualan seseorang yang lebih memilih untuk tidak pergi haji (padahal ia wajib, karena mampu) dengan berdalih mempergunakan uang tersebut untuk dibagi-bagikan kepada orang miskin? Dan ia tidak pernah sekalipun membuktikan perkataannya tersebut hingga sekarang.

~

Namanya adalah Abdullah bin al-Mubarak, ia adalah imam besar dan ahli hadits yang sangat menyukai sedekah. Sedekah yang ia keluarkan dalam setahun dapat mencapai seratus ribu dinar.

Pada suatu hari ia keluar untuk menunaikan ibadah haji bersama sahabat-sahabatnya. Ketika ia melewati beberapa negeri, ia melihat ada seekor burung yang sudah mati. Kemudian ia memerintahkan agar bangkainya dibuang di tempat sampah, maka lewatlah mereka di depan sedangkan ia berada di belakang.

Ketika ia melewati tempat sampah tersebut, tiba-tiba seorang budak wanita keluar dari rumahnya yang dekat dengan tempat pembuangan sampah tersebut. Budak perempuan itu kemudian mengambil bangkai burung tadi lalu memberitahukan kepada Abdullah bin al-Mubarak bahwa ia dan saudara laki-lakinya adalah orang miskin dan tidak pernah mendapatkan santunan dari siapapun.

Kemudian Abdullah bin al-Mubarak memerintahkan wakilnya untuk menyerahkan perbekalan, dan berkata kepada wakilnya, “Berapa banyak perbekalan yang kalian bawa?”

Wakilnya menjawab, “Seribu dinar.”

Ia berkata, “Sisakan dua puluh dinar untuk keperluan pergi ke Marwa dan sisanya lagi berikan kepada budak wanita itu. Karena budak wanita ini lebih utama dariapada pergi haji.”

Kemudian Abdullah bin al-Mubarak kembali pulang sebelum menunaikan hajinya.

(Dari buku Tafakul al-Ijtima’i, Nashih Ulwan)

~

"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya."

QS. Ali-Imran : 92

#advertorial – View on Path.

– View on Path.

– View on Path.

"Spin Madly On" theme by Margarette Bacani. Powered by Tumblr.