Sepohon Kayu
Home    Info
About: Membagikan apa yang aku baca. Menuliskan apa yang aku bagi.
Merekam apa yang aku lihat.
Thought via Path

BEDA MASA

Suatu hari dikehidupan manusia.

"Ya ampun, saya masih inget banget, ini kak en yang cantik itu kan… sekarang udah ditutup wajahnya.^^"

"Hhe. Dik din apa kabar sekarang? Sudah lama kita tidak bertemu.^^"

~

Sementara di belahan dunia antah berantah.

"Lho mas, ini mas den yang dulu ketua itu kan? yang bikin acara pesawat di kampus? Pangling saya. Sekarang kok ada gandengannya."

"Eh. Nganu. Ndak. Eh. Maaf ya saya masih banyak keperluan. Duluan ya."

~

*ngantuk. Tulisannya dilanjutin sendiri. Hhe

22 September 2014 – Read on Path.

Thought via Path

Setiap kita (saat ini) diperbolehkan untuk mencari, memilih, memilah (jika ia sanggup) mengenai calon isteri.

Akan tetapi setelah menikah, ingat, ada hak dan kewajiban yang siap harus engkau tunaikan. Mau tidak mau. Karena ia adalah ladang amal ibadahmu.

Sungguh, nikah di dalam Islam dimulai karena keridhaan antar dua pasangan.

Bukan paksaan.

22 September 2014

#NasihatMenujuPernikahan – Read on Path.

Listening to Sedekah by Slank

"Ora ono critane wong sing mari sodaqoh malah bangkrut ekonomine. Gusti Allah ndak setega itu cuuuk."

Pada hakekatnya ketika kita membantu orang lain, kita sedang membantu diri kita sendiri. Mengambil cahaya per cahaya yang hanya dapat diambil di bumi ini, lalu akan kita gunakan kelak di tempat dimana tidak ada cahaya selain cahaya yang telah sabar kita kumpulkan sekarang ini.

Ajaklah orang-orang yang mau diajak. Dan biarkan orang-orang yang tidak mau diajak. Biarkan mereka dengan keberhasilan, kemewahan, dan kehormatan mereka di bumi, yang mereka tidak mendapat satu cahaya pun dari kekayaan mereka.

Karena banyak orang pada waktu itu mukanya penuh debu lagi ditutup oleh kegelapan. Gelap segelap gelapnya (qs. 80:40-41). Yang diperlukan oleh mereka hanyalah cahaya. Dan mereka telah menyia-nyiakan cahaya tersebut padahal di bumi ini amat banyak bertebaran.

Allah tak peduli kita kaya atau miskin, kita terhormat atau hanyalah rakyat jelata belaka, Allah telah tebarkan cahaya-cahaya di tiap-tiap lekuk kampung, di sudut-sudut gedung, di keramaian orang berkumpul, di sepinya gunung-gunung, di celah-celah gang kota. Namun amat sering kita mengabaikannya.

Kelak ajakan orang-orang beriman tak kan lagi berguna. Ajakan tersebut justru menghinakan mereka.

"Tunggulah kami brother, tunggulah kami, supaya kami dapat mengambil sebahagian cahayamu, tunggulah kami. Please. Tunggulah kami…"

"Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)." (qs. 57:13-15)


21 September 2014

~

"Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya." Parah separah-parahnya. Apakah yang membuat mereka sebegitunya?

"Dari apakah Allah menciptakannya. Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya. Kemudian Allah memudahkan jalannya, kemudian Allah mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur, kemudian bila Allah menghendaki, Allah membangkitkannya kembali," dan pasti dibangkitkan!

Masalahnya itu tidak seperti yang mereka kira. Mereka mengira telah menunaikan hak Allah atas dirinya dan harta bendanya.

"Sekali-kali jangan; manusia itu belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya." (qs. 80:17-23)

Amat banyak yang belum kita tunaikan dari berbagai kewajiban yang telah Allah tetapkan kepada kita. Padahal ketetapan-ketetapan tersebut adalah untuk kebaikan kita sendiri. Allah Maha Segalanya, tidak membutuhkan penghambaan kita. Terserah kamu saja.

"Sesungguhnya Kami telah memberinya petunjuk kepada jalan yang lurus, maka apakah yang demikian akan disyukuri ataukah diingkari?" (qs. 76:3)

*waghfirlanaa yaa Rabbanaa – Preview it on Path.

Thought via Path

SODRUN MAJNUN



Jangankan cumak disuruh meninggalkan riba. Kalau Allah nyuruh Sodrun makan tai, Sodrun makan tai.

Itulah kenapa masyarakat menganggap Sodrun sudah tidak waras lagi, berpenyakit gila, tidak rasional, tidak zamani, otaknya miring. Sodrun harus segera digotong rame-rame untuk dibawa ke Rumah Sakit Soerojo Magelang, nyewa truck yang baunya super banget milik pak Sukrin juragan sapi. Kalau perlu Sodrun dikawal PATWAL sampai Magelang.

Meskipun pak Lurah, pak RW, pak Mudin, dan masyarakat desa sepakat menganggap Sodrun aneh dan miring, tapi kalau Sodrun sudah jatuh hati kepada Allah, apapun yang diperintahkan Allah, apapun yang dikonsepkan Allah, apapun yang dinasihatkan Allah, apapun yang dilarang Allah, Sodrun akan segera lakukan, meskipun bertolak belakang dengan pemikiran pak Lurah dan masyarakat.

Sodrun tidak akan mikir lagi nanti pak Lurah suka atau tidak, nanti masyarakat bantu apa tidak, Sodrun tidak akan menunggu keputusan pak Mudin bagaimana. Hidupnya Sodrun merdeka. Tidak terikat kehidupan sekitar. Sodrun hanya terikat sama Allah dan Rasulullah sebagai pembawa risalah Allah.

Ditengah hegemoni masyarakat yang antipati terhadap hukum-hukum Allah, Sodrun berusaha sekuat mungkin untuk berpegang di tali yang simpulnya terikat kuat di sidratul muntaha, yang tiangnya menghujam di inti bumi, dimana milyaran manusia sedang mencelakai dirinya masing-masing.

Sodrun siap dengan segala resiko, Sodrun rela diplintir tubuh dan jiwanya, dicabik-cabik kulit kepalanya, digotong rame-rame untuk dibawa ke RSJ, Sodrun rela serela-relanya terhadap apapun yang menimpa hidupnya, asalkan Sodrun masih bisa berpegang kuat dengan tali Allah.

Hinalah Sodrun dengan segala pemikirannya, banggakanlah Sodrun dengan segala keputusannya, caci maki Sodrun dengan segala yang anda bisa, bombong Sodrun sebombong-bombongnya. Sodrun tidak akan peduli dengan penilaian anda. Sodrun hanya fokus kepada yang sedang dijatuh cintainya. Yang lain, blur seblurnya. Sodrun gila, gila kepada Rabbnya.

Sodrun al-Kafir. Nama lengkapnya sekarang. Resmi di catat oleh petugas Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil daerah. Petugas dibikin geleng-geleng. Kalau orang lain bersungut-sungut jika disebut kafir, Sodrun malah melegetemasikan dirinya kafir.

Sodrun senang bukan main kalau ada masyarakat yang memanggil namanya dengan kata ‘al-Kafir’. Ia akan mengekspresikan kesenangannya dengan wajah belepotan air mata, Sodrun akan menangis sesenggukan. Nama ‘al-Kafir’ adalah pengingat bagi dirinya akan Rabb yang dicintainya.

Sodrun belingsutan saat namanya ‘al-Kafir’ disebut orang lain, Sodrun tidak akan marah, malah berterima kasih, lalu Sodrun mencari tahu bagian mana dari firman-firman Allah atau hukum-hukum Allah yang sedang ia selingkuhi, yang sedang ia kufuri.

Sesungguhnya Sodrun tidak gila, ia hanya berbeda dari masyarakat pada umumnya.


20 September 2014

#GelagatSodrun – Read on Path.

.
Sesungguhnya Allah itu thayyib, tidak menerima kecuali yang thayyib.

Dalam hadits tersebut kita belajar bahwa hal-hal utama penjamin do’a seperti safar; puasa; dizhalimi; dan menengadahkan tangan kepada Ar-Rahman menjadi pupus seketika oleh satu hal, yaitu kehalalan. (qs. 23:51; qs. 2:168; qs. 2:172)

Maka kita akan berteladan kepada seorang pemuda yang setegas ayahnya. ‘Abdullah ibn ‘Umar ibn al-Khaththab r.a., ia berkata, “Demi Allah, memastikan kehalalan satu suap yang masuk ke dalam mulutku lebih aku sukai daripada bershadaqah seribu dinar.”

Sungguh amat malu kita, amat keji kita di hadapan ‘Abdullah ibn ‘Umar. Padahal dia adalah seorang pemuda yang dijaminkan surga namun masih berhati-hati dengan kehalalan satu suap saja, sementara kita berlonggar-longgar dan membiarkan yang jelas haram.

"Lembutkanlah hati kalian dengan hanya mengasup makanan yang halal."

Begitulah nasihat Imam Ahmad rahimahullah. Sang guru yang wara’ dan zuhud. Murid-murid beliau diantaranya adalah Imam Bukhari, Muslim, Abu Daud, An-Nasa’i, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Imam Asy-Syafi’i. Semua nama tersebut pernah kita dengar, karena nama-nama mereka amat akrab di majlis ilmu kita.

"Hati yang lembut akan mudah mengingat Allah, sebab padanya tumbuh khasyah, rasa takut kepada Allah. Ia terus merunduk, mudah diingatkan jika lalai, mudah diluruskan jika bengkok, mudah dibetulkan jika keliru. Ia merasai pengawasan Allah, melakukan muhasabah, menguatkan mujahadah. Ia juga rendah hati pada sesama, melihat dirinya sebagai yang harus terus belajar lagi membenahi diri. Inilah hati yang lembut, sebab tubuhnya hanya diberi asupan yang diridhai Allah." Ibnu Qayyim al-Jauziyyah menasihatkan dalam bukunya Ath-Thibbun Nabawi (bisa di lihat juga di buku Lapis-Lapis Keberkahan).

~

Jangan sekali-kali kamu merasa kagum terhadap para dermawan yang pada kedermawanannya menghilangkan nyawa orang lain tanpa hak, dan sesungguhnya baginya di sisi Allah terdapat pembunuh yang tidak akan mati.

Jangan sekali-kali pula kamu merasa kagum terhadap orang yang mendapatkan harta secara tidak halal. Karena, apapun yang diinfaqkannya tidak akan diberi keberkahan, dan apapun yang disedekahkannya tidak akan diterima Allah, tapi justru Allah akan menjadikan itu sebagai bekalnya menuju neraka.

Jangan sekali-kali juga kamu merasa kagum terhadap pemilik nikmat akan nikmat. Sebab, kamu tidak tahu kemanakah dia kembali setelah meninggal dunia.

Ingatlah sabda Rasulullah ﷺ, “Barangsiapa yang mendapatkan harta dari perbuatan dosa, kemudian menggunakannya untuk membina hubungan silaturrahim atau menyedekahkannya, atau menginfaqkannya di jalan Allah, maka Allah akan menghimpun semua itu, kemudian Allah mencampakkannya ke dalam neraka Jahannam.”

Ingatlah, Sahabat Nabi yang bernama Abu ad-Darda’ berkata, “Ketahuilah, berapa banyak orang yang menyenangkan dirinya sendiri, padahal perbuatan tersebut sungguh-sungguh menghinakan dirinya. Ketahuilah, berapa banyak orang yang memutihkan pakaiannya, padahal dia telah mengotorinya.”

~

Waghfirlanaa Rabbana. (qs. 2:285; qs. 2:286; qs. 7:155; qs. 23:109; qs. 60:05; qs. 66:08)


15 September 2014

*) untuk teman-teman saya yang kuat hati dan jiwanya atas pergolakan akan riba, yang tengah bekerja di bisnis-bisnis riba, latih diri, yakinkan diri, sesungguhnya Allah Maha Pemberi Rizqi. Kuatkan mental; putuskan dengan mantap; “Ya Allah, demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, aku berlepas untuk menjadi penolong bagi bisnis ini dan bagi orang-orang yang berbuat dosa (qs. 28:17). Dan kemanapun Engkau arahkan nasib diriku setelah keputusan ini, sepanjang segalanya bukan kemurkaan-Mu, sepanjang segalanya bukan kemarahan-Mu, asalkan Engkau suka ya Allah. Maka atas segala ketentuan-Mu terhadap nasibku di dunia ini, laa ubaalii, aku tidak peduli.” – View on Path.

.
Sesungguhnya Allah itu thayyib, tidak menerima kecuali yang thayyib.

Dalam hadits tersebut kita belajar bahwa hal-hal utama penjamin do’a seperti safar; puasa; dizhalimi; dan menengadahkan tangan kepada Ar-Rahman menjadi pupus seketika oleh satu hal, yaitu kehalalan. (qs. 23:51; qs. 2:168; qs. 2:172)

Maka kita akan berteladan kepada seorang pemuda yang setegas ayahnya. ‘Abdullah ibn ‘Umar ibn al-Khaththab r.a., ia berkata, “Demi Allah, memastikan kehalalan satu suap yang masuk ke dalam mulutku lebih aku sukai daripada bershadaqah seribu dinar.”

Sungguh amat malu kita, amat keji kita di hadapan ‘Abdullah ibn ‘Umar. Padahal dia adalah seorang pemuda yang dijaminkan surga namun masih berhati-hati dengan kehalalan satu suap saja, sementara kita berlonggar-longgar dan membiarkan yang jelas haram.

"Lembutkanlah hati kalian dengan hanya mengasup makanan yang halal."

Begitulah nasihat Imam Ahmad rahimahullah. Sang guru yang wara’ dan zuhud. Murid-murid beliau diantaranya adalah Imam Bukhari, Muslim, Abu Daud, An-Nasa’i, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Imam Asy-Syafi’i. Semua nama tersebut pernah kita dengar, karena nama-nama mereka amat akrab di majlis ilmu kita.

"Hati yang lembut akan mudah mengingat Allah, sebab padanya tumbuh khasyah, rasa takut kepada Allah. Ia terus merunduk, mudah diingatkan jika lalai, mudah diluruskan jika bengkok, mudah dibetulkan jika keliru. Ia merasai pengawasan Allah, melakukan muhasabah, menguatkan mujahadah. Ia juga rendah hati pada sesama, melihat dirinya sebagai yang harus terus belajar lagi membenahi diri. Inilah hati yang lembut, sebab tubuhnya hanya diberi asupan yang diridhai Allah." Ibnu Qayyim al-Jauziyyah menasihatkan dalam bukunya Ath-Thibbun Nabawi (bisa di lihat juga di buku Lapis-Lapis Keberkahan).

~

Jangan sekali-kali kamu merasa kagum terhadap para dermawan yang pada kedermawanannya menghilangkan nyawa orang lain tanpa hak, dan sesungguhnya baginya di sisi Allah terdapat pembunuh yang tidak akan mati.

Jangan sekali-kali pula kamu merasa kagum terhadap orang yang mendapatkan harta secara tidak halal. Karena, apapun yang diinfaqkannya tidak akan diberi keberkahan, dan apapun yang disedekahkannya tidak akan diterima Allah, tapi justru Allah akan menjadikan itu sebagai bekalnya menuju neraka.

Jangan sekali-kali juga kamu merasa kagum terhadap pemilik nikmat akan nikmat. Sebab, kamu tidak tahu kemanakah dia kembali setelah meninggal dunia.

Ingatlah sabda Rasulullah ﷺ, “Barangsiapa yang mendapatkan harta dari perbuatan dosa, kemudian menggunakannya untuk membina hubungan silaturrahim atau menyedekahkannya, atau menginfaqkannya di jalan Allah, maka Allah akan menghimpun semua itu, kemudian Allah mencampakkannya ke dalam neraka Jahannam.”

Ingatlah, Sahabat Nabi yang bernama Abu ad-Darda’ berkata, “Ketahuilah, berapa banyak orang yang menyenangkan dirinya sendiri, padahal perbuatan tersebut sungguh-sungguh menghinakan dirinya. Ketahuilah, berapa banyak orang yang memutihkan pakaiannya, padahal dia telah mengotorinya.”

~

Waghfirlanaa Rabbana. (qs. 2:285; qs. 2:286; qs. 7:155; qs. 23:109; qs. 60:05; qs. 66:08)


15 September 2014

*) untuk teman-teman saya yang kuat hati dan jiwanya atas pergolakan akan riba, yang tengah bekerja di bisnis-bisnis riba, latih diri, yakinkan diri, sesungguhnya Allah Maha Pemberi Rizqi. Kuatkan mental; putuskan dengan mantap; “Ya Allah, demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, aku berlepas untuk menjadi penolong bagi bisnis ini dan bagi orang-orang yang berbuat dosa (qs. 28:17). Dan kemanapun Engkau arahkan nasib diriku setelah keputusan ini, sepanjang segalanya bukan kemurkaan-Mu, sepanjang segalanya bukan kemarahan-Mu, asalkan Engkau suka ya Allah. Maka atas segala ketentuan-Mu terhadap nasibku di dunia ini, laa ubaalii, aku tidak peduli.” – View on Path.

.
Allah itu gitu, sering ngajak diskusi hamba-Nya | terkadang pura-pura bertanya, padahal nyindir :\

Tapi saya sok gagah, sok kuat; diajak diskusi, ditanyain, disindir sama Tuhannya, malah mlengos.

Kurang ajar apalagi saya.

Nanti kalau butuh mrengek-mrengek, “Duh Gusti, pripun to sampeyan niku? Kok mboten welas asih lan adil kaliyan kulo.”

Tapi kalau di kasih kemudahan, kelancaran, keberuntungan, kekayaan jumawa, sombonge sak pol-pole. “Lho tenan to, aku gak ngaji, gak sedekah, gak ngopo-ngopo malah diwenehi gangsar urip.”

Hha. Hasyu saya sebagai hamba.


13 September  2014 – View on Path.

.
Allah itu gitu, sering ngajak diskusi hamba-Nya | terkadang pura-pura bertanya, padahal nyindir :\

Tapi saya sok gagah, sok kuat; diajak diskusi, ditanyain, disindir sama Tuhannya, malah mlengos.

Kurang ajar apalagi saya.

Nanti kalau butuh mrengek-mrengek, “Duh Gusti, pripun to sampeyan niku? Kok mboten welas asih lan adil kaliyan kulo.”

Tapi kalau di kasih kemudahan, kelancaran, keberuntungan, kekayaan jumawa, sombonge sak pol-pole. “Lho tenan to, aku gak ngaji, gak sedekah, gak ngopo-ngopo malah diwenehi gangsar urip.”

Hha. Hasyu saya sebagai hamba.


13 September 2014 – View on Path.

.
KARENA KITA MASIH HIDUP, MAKA MANFAATKANLAH

Membaca surah Yasin maupun al-Fatihah adalah baik, namun yang keliru adalah ketika kita meniatkannya untuk dikirimkan pahalanya kepada yang telah mati.

Maka bagi yang masih hidup, Rasulullah ﷺ telah berpesan bahwa hanya ada tiga hal yang tidak terputus amalnya meski ia telah wafat, apa itu?

1. Anaknya yang shalih mendoakannya | sungguh di dalam Islam, dinasihatkan bahwa hak anak diantaranya adalah memilihkan ibu yang baik. Setelah itu pengajaran terhadap Al-Qur’an, dan ilmu kehidupan sosial lainnya. Anak merupakan hasil usaha tiap-tiap orang tua. Maka beruntunglah, orang tua yang telah wafat memiliki anak yang shalih.

2. Shadaqah Jariyah | ia berbentuk wakaf dan lain sebagainya. Bahkan nasihat ini ada di dalam surah Yasin yang seringkali dikelirui dan dibacai orang-orang untuk mengirimkan pahalanya kepada yang telah mati. Baca surah Yasin, ayat ke-12. Dan masih banyak sekali nasihat-nasihat di dalam Al-Qur’an maupun as-Sunnah agar kita saling menasihati dalam bersedekah. Ajaklah orang-orang untuk saling memberi makan orang miskin dan sebaik bisikan adalah ajakan bersedekah, dsb, karena memang amalan ini luar biasa adanya.

3. Ilmu yang bermanfaat | tiap-tiap muslim wajib baginya atas ilmu dan membagikannya secara gratis bagi orang disekitarnya. Ilmu yang disebarluaskan dan kemudian diikuti oleh banyak orang setelahnya, juga termasuk amal dan usahanya. Maka ajaklah diri dan tiap-tiap orang di sekitar kita kepada petunjuk. Menjelmalah inspirasi bagi siapapun yang ditemui. Jika ada orang yang terinspirasi olehnya dan melakukannya, maka baginya pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa dikurangi sedikit pun pahala mereka.

Maka menulis adalah salah satu jalan dari tiga perkara yang tidak terputus amalnya. Karena manusia boleh mati, tapi tulisan akan mengabadi.

14 September 2014 with Didiet Noer – View on Path.

.
KARENA KITA MASIH HIDUP, MAKA MANFAATKANLAH

Membaca surah Yasin maupun al-Fatihah adalah baik, namun yang keliru adalah ketika kita meniatkannya untuk dikirimkan pahalanya kepada yang telah mati.

Maka bagi yang masih hidup, Rasulullah ﷺ telah berpesan bahwa hanya ada tiga hal yang tidak terputus amalnya meski ia telah wafat, apa itu?

1. Anaknya yang shalih mendoakannya | sungguh di dalam Islam, dinasihatkan bahwa hak anak diantaranya adalah memilihkan ibu yang baik. Setelah itu pengajaran terhadap Al-Qur’an, dan ilmu kehidupan sosial lainnya. Anak merupakan hasil usaha tiap-tiap orang tua. Maka beruntunglah, orang tua yang telah wafat memiliki anak yang shalih.

2. Shadaqah Jariyah | ia berbentuk wakaf dan lain sebagainya. Bahkan nasihat ini ada di dalam surah Yasin yang seringkali dikelirui dan dibacai orang-orang untuk mengirimkan pahalanya kepada yang telah mati. Baca surah Yasin, ayat ke-12. Dan masih banyak sekali nasihat-nasihat di dalam Al-Qur’an maupun as-Sunnah agar kita saling menasihati dalam bersedekah. Ajaklah orang-orang untuk saling memberi makan orang miskin dan sebaik bisikan adalah ajakan bersedekah, dsb, karena memang amalan ini luar biasa adanya.

3. Ilmu yang bermanfaat | tiap-tiap muslim wajib baginya atas ilmu dan membagikannya secara gratis bagi orang disekitarnya. Ilmu yang disebarluaskan dan kemudian diikuti oleh banyak orang setelahnya, juga termasuk amal dan usahanya. Maka ajaklah diri dan tiap-tiap orang di sekitar kita kepada petunjuk. Menjelmalah inspirasi bagi siapapun yang ditemui. Jika ada orang yang terinspirasi olehnya dan melakukannya, maka baginya pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa dikurangi sedikit pun pahala mereka.

Maka menulis adalah salah satu jalan dari tiga perkara yang tidak terputus amalnya. Karena manusia boleh mati, tapi tulisan akan mengabadi.

14 September 2014 with Didiet Noer – View on Path.

Thought via Path

ADA YANG ALLAH ijinkan untuk tahu dan merasakan ‘kehidupan setelah kematian’, ketika jasad masih dalam bentuk janin. Dan beberapa yang lainnya Allah ijinkan ketika jasad masih kanak-kanak. Dan ada juga yang setelah dewasa. Terakhir, ada juga yang baru diijinkan setelah senja menua.

Namun dari itu semua, sebenarnya Allah telah ijinkan kita (yang masih hidup) untuk mengetahui mengenai ‘kehidupan setelah kematian’ melalui Rasul-Rasul-Nya. Dan itu tergantung kita, ingin mengetahui atau tidak.

Dan inilah uniknya kehidupan.

~

Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya, dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta.

Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur, dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada, sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka.


13 September 2014

*lagi suka sama Surah ini. Hhe. Tulisan masih berkaitan dengan posting sebelumnya. Semoga ada manfaat. – Read on Path.

Thought via Path

Dulu, pada akhir tahun 80-an, ibuku mengandungku, bersama dengan ibu-ibu yang lain yang mengandung anak-anaknya.

Alhamdulillah, Allah karuniakan kehidupan bagiku dari rahim ibuku, sementara yang seumuran denganku ada yang gugur ketika mereka masih menjadi janin.

Meski aku bayi (yang belum bisa berjalan dan berbicara), Allah telah karuniakan rizqi bagiku melalui kasih ibuku. Kehangatan, ketersediaan susu, dan lain-lain. Sementara ada bayi-bayi seumuran denganku yang telah dilengkapkan rizqinya oleh Allah berupa kematian.

Hari, minggu, bulan, tahun silih berganti, dan aku beranjak dewasa, hingga duduk bersekolah di SMA bersama dengan bayi-bayi yang Allah ijinkan mendewasa dan menjadi teman-temanku di sekolah. Ketika masuk kuliah, aku mendapatkan kabar, bahwa beberapa diantara teman-temanku di SMA ada yang sudah meninggal.

Setelah selesai kuliah, aku bekerja, dan sekarang duduk di sini, mengetik tulisan ini. Malam ini Allah masih memberikan rizqi bagiku berupa kehidupan, lengkap dengan apapun yang aku butuhkan.

Hingga aku tersadar. Mau tidak mau, siap tidak siap, pasti aku akan melewati itu juga, kematian. Sementara bayi-bayi yang seumuran denganku, Allah karuniakan kehidupan beberapa lebih lama daripada aku. Hingga pada akhirnya, kita semua melewati itu juga.


13 September 2014 – Read on Path.

LILLAH; BILLAH; FILLAH SECARA KAFFAH

IMG_0701.JPG

Tulisan ini sebenarnya merupakan reaksi saya kepada pimpinan pembangunan SDIT dan tokoh majlis suatu organisasi Islam legal di bawah naungan MUI dimana saya mengikuti kajian tiap minggunya, yang mana pada malam itu sedang membahas bantuan pengadaan komputer dari sebuah instansi bank konvensional.

Saya share di sini, dan saya ijinkan orang lain untuk membacanya.

Prolog:
Organisasi Islam tersebut…

View On WordPress

"Spin Madly On" theme by Margarette Bacani. Powered by Tumblr.