Sepohon Kayu
Home    Info
About: Membagikan apa yang aku baca. Menuliskan apa yang aku bagi.
Merekam apa yang aku lihat.
Thought via Path

Tiba-tiba saya ingin berkata, “i think if you only show the world your boobs or your hips, they will only value your boobs or your hips.”

Saya tidak sedang mempersalahkan payudara atau tubuh perempuan secara menyeluruh sebagai sebuah sumber masalah. Hanya saja belakangan saya melihat orang-orang ini meneriakkan “feminisme!” lalu membuka lebar pakaiannya sebagai sebuah kebahagiaan…

[postdysphoria | tumblr]

1 Oktober 2014 – Read on Path.

Thought via Path

APALAH PEDULIMU

Apalah pedulimu terhadap selembar kain yang bernama jilbab, yang ia putuskan untuk menutup aurat, sehingga engkau mempersalahkan keputusannya dengan mencaci maki kekerdilan cara berpikirnya? Karena engkau di bumi ini, sama-sama diberikan kebebasan untuk memilih. Sebagaimana ia memilih untuk mengenakan selembar kain yang bernama jilbab. Bahkan engkau diperbolehkan untuk menjaja payudara dan bokong seksi istri-istrimu dan anak-anak perempuanmu di jalan yang sangat toleran ini.

Apalah pedulimu terhadap ia yang menundukkan pandangannya, sehingga engkau mempersalahkan keputusannya dengan mencaci maki syahwatnya? Karena engkau di bumi ini sama-sama diberikan kebebasan untuk memilih. Sebagaimana ia memilih untuk menundukkan pandangan dari hal-hal yang ia yakini dilarang. Bahkan engkau diperbolehkan untuk mengumbar pandangan terhadap payudara dan bokong seksi isteri-isteri orang lain dan anak-anak perempuan lain ketika engkau berpapasan dengan mereka, bersama istri-istrimu dan anak-anak perempuanmu yang engkau ijinkan bertelanjang di jalan yang sangat toleran.

Apalah pedulimu.

Apalah pedulimu terhadap
ia yang tidak engkau pedulikan.

1 Oktober 2014 – Read on Path.

Thought via Path

JANGAN SALAH FOKUS

Wa innad dunnyaa qadir tahalat mudbirah; wal akhiratu muqbilah. Sesungguhnya dunia adalah tempat perjalanan untuk berpindah; sementara akhirat adalah kehidupan masa depan.

Setiap keduanya memiliki keturunan, maka menjadilah keturunan ahli akhirat; dan jangan menjadi keturunan ahli dunia.

Fa innal yauma ‘amal, wa laa hisab; wa ghadan hisaab, wa laa ‘amal. Hari ini adalah hari beramal, tanpa ada hisab; sementara hari esok adalah hari berhisab, tanpa ada amal.

1 Oktober 2014 – Read on Path.

.
Kalau ke Semarang jangan lupa mampir di jalan Ngesrep Timur Tembalang.

Dari UNDIP lurus saja ke arah patung kuda. Di kiri jalan nanti ada pancaran neon box dari toko buku yang berlogo ‘kendi’ bertuliskan #2006menabung.

Silakan datang saja dan baca buku sepuasnya di sana. Gratis.

Jika minat, bukunya boleh dibeli dengan diskon super besar.

Uang hasil penjualan akan kami gunakan untuk membantu adik-adik kami yang sudah tidak memiliki orang tua lagi.

Rugi? Tidak.

Karena kami di sini hanya mampir hidup sebentar saja.

28 September 2014

~

Jangan dicoba untuk dicari. Karena tokonya invisible. Hhe 🙆

~

#shareHadits

Ada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al-Hafizh Abu Ya’la al-Mushili, dari Hudzaifah bin al-Yaman, ia menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

"Allah mendatangkan salah seorang hamba-Nya pada hari kiamat. Allah bertanya: ‘Maadza ‘amilta lii fiddunyaa?’ (apa yang telah engkau kerjakan di dunia untuk-Ku?)

Ia menjawab: ‘Maa ‘amiltu laka yaa Rabbi,’ (aku tidak mengerjakan sesuatu apapun untuk-Mu ya Rabbku,) ‘mitsqaala dzarratin fiddunyaa arjuuka bihaa’ (meski hanya sebesar biji atom pun di dunia, yang dengannya aku berharap kepada-Mu.’)

Ia mengucapkan hal itu tiga kali.

Dan pada kalimat terakhirnya hamba itu pun berucap: ‘Yaa Rabbi innaka kunta a’thaitanii fadhla maalin, wa kunta rajulan ubaayi’unnas,’ (Ya Rabbku, sesungguhnya Engkau telah memberikan kepadaku kelebihan harta, dan aku adalah seorang yang berdagang dengan orang-orang,) ‘wa kaana min khuluqiljawaaz,’ (diantara tabiatku adalah mempermudah urusan,) ‘fa kuntu uyassir ‘alalmuusir,’ (maka aku berikan kemudahan kepada orang yang mampu,) ‘wa undhur mu’sir,’ (dan memberi tangguh kepada orang yang dalam kesulitan.’)

Setelah itu Allah SWT berfirman: ‘Anna ahaqqu man yuyassir,’ (Aku lebih berhak memberikan kemudahan itu,) ‘ud hulil jannah.’ (masuklah ke dalam Surga.)

Hadits tersebut diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah.

Semoga bermanfaat. – View on Path.

.
Kalau ke Semarang jangan lupa mampir di jalan Ngesrep Timur Tembalang.

Dari UNDIP lurus saja ke arah patung kuda. Di kiri jalan nanti ada pancaran neon box dari toko buku yang berlogo ‘kendi’ bertuliskan #2006menabung.

Silakan datang saja dan baca buku sepuasnya di sana. Gratis.

Jika minat, bukunya boleh dibeli dengan diskon super besar.

Uang hasil penjualan akan kami gunakan untuk membantu adik-adik kami yang sudah tidak memiliki orang tua lagi.

Rugi? Tidak.

Karena kami di sini hanya mampir hidup sebentar saja.

28 September 2014

~

Jangan dicoba untuk dicari. Karena tokonya invisible. Hhe 🙆

~

#shareHadits

Ada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al-Hafizh Abu Ya’la al-Mushili, dari Hudzaifah bin al-Yaman, ia menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

"Allah mendatangkan salah seorang hamba-Nya pada hari kiamat. Allah bertanya: ‘Maadza ‘amilta lii fiddunyaa?’ (apa yang telah engkau kerjakan di dunia untuk-Ku?)

Ia menjawab: ‘Maa ‘amiltu laka yaa Rabbi,’ (aku tidak mengerjakan sesuatu apapun untuk-Mu ya Rabbku,) ‘mitsqaala dzarratin fiddunyaa arjuuka bihaa’ (meski hanya sebesar biji atom pun di dunia, yang dengannya aku berharap kepada-Mu.’)

Ia mengucapkan hal itu tiga kali.

Dan pada kalimat terakhirnya hamba itu pun berucap: ‘Yaa Rabbi innaka kunta a’thaitanii fadhla maalin, wa kunta rajulan ubaayi’unnas,’ (Ya Rabbku, sesungguhnya Engkau telah memberikan kepadaku kelebihan harta, dan aku adalah seorang yang berdagang dengan orang-orang,) ‘wa kaana min khuluqiljawaaz,’ (diantara tabiatku adalah mempermudah urusan,) ‘fa kuntu uyassir ‘alalmuusir,’ (maka aku berikan kemudahan kepada orang yang mampu,) ‘wa undhur mu’sir,’ (dan memberi tangguh kepada orang yang dalam kesulitan.’)

Setelah itu Allah SWT berfirman: ‘Anna ahaqqu man yuyassir,’ (Aku lebih berhak memberikan kemudahan itu,) ‘ud hulil jannah.’ (masuklah ke dalam Surga.)

Hadits tersebut diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah.

Semoga bermanfaat. – View on Path.

SEJAK KAPAN RAKYAT PERNAH BERDEMOKRASI?

Untuk memilih Presiden saja anda pasrah untuk dipilihkan calon-calonnya oleh partai-partai.

Begini.

Menurut anda, menjadi Bupati, Gubernur, Anggota Legislatif, sampai Presiden enak apa tidak? Kenapa mereka kok sampai mati-matian; berani bayar mahal untuk duduk di dewan? Logis tidak kalau pekerjaan mereka itu tidak enak? Logis tidak kalau mereka akan mendukung upaya pemberantasan korupsi melalui KPK?

Menurut anda, logis tidak Nazaruddin merugikan negara hingga 460 Milyar itu untuk dirinya sendiri? Tanpa melibatkan partai?

Atau sederet anggota legislatif PDI-P dan anggota-anggota partai lain? Logis tidak mereka korupsi puluhan hingga ratusan Milyar untuk mengisi perutnya sendiri?

Atau anda yakin kalau pak Muhaimin itu orang yang paling mengerti betul tentang ketenagakerjaan dan wilayah-wilayah pelosok transmigrasi di Indonesia sehingga pantas mengelola kementerian tenaga kerja dan transmigrasi?

Anda yakin, menteri-menteri yang akan diminta Jokowi nanti adalah orang-orang yang betul-betul nomor wahid dan paling paham terhadap pos-pos kementeriannya?

Tolong ini direnungkan dalam-dalam, agar anda tidak terlalu jauh memikirkan politik di Indonesia.

Kon iku gak nduwe jatah demokrasi rekkkk. Sadaren…

27 September 2014 – View on Path.

SEJAK KAPAN RAKYAT PERNAH BERDEMOKRASI?

Untuk memilih Presiden saja anda pasrah untuk dipilihkan calon-calonnya oleh partai-partai.

Begini.

Menurut anda, menjadi Bupati, Gubernur, Anggota Legislatif, sampai Presiden enak apa tidak? Kenapa mereka kok sampai mati-matian; berani bayar mahal untuk duduk di dewan? Logis tidak kalau pekerjaan mereka itu tidak enak? Logis tidak kalau mereka akan mendukung upaya pemberantasan korupsi melalui KPK?

Menurut anda, logis tidak Nazaruddin merugikan negara hingga 460 Milyar itu untuk dirinya sendiri? Tanpa melibatkan partai?

Atau sederet anggota legislatif PDI-P dan anggota-anggota partai lain? Logis tidak mereka korupsi puluhan hingga ratusan Milyar untuk mengisi perutnya sendiri?

Atau anda yakin kalau pak Muhaimin itu orang yang paling mengerti betul tentang ketenagakerjaan dan wilayah-wilayah pelosok transmigrasi di Indonesia sehingga pantas mengelola kementerian tenaga kerja dan transmigrasi?

Anda yakin, menteri-menteri yang akan diminta Jokowi nanti adalah orang-orang yang betul-betul nomor wahid dan paling paham terhadap pos-pos kementeriannya?

Tolong ini direnungkan dalam-dalam, agar anda tidak terlalu jauh memikirkan politik di Indonesia.

Kon iku gak nduwe jatah demokrasi rekkkk. Sadaren…

27 September 2014 – View on Path.

Thought via Path

ALLAHHU AKBARMU

Massa yang diprovokasi Sukrin telah berkumpul. Siap untuk menyeret Wakil Lurah yang akan segera diangkat menjadi pak Lurah.

Sukrin tidak setuju kalau desanya yang religius itu dipimpin oleh Lurah yang tidak pernah sholat.

"Mau jadi apa nanti desa kami." celetuk Sukrin.

Belum genap seminggu dari PILKADES, Lurah terpilih tidak memenuhi janji. Tergiur ajakan untuk menjadi Bupati. Masyarakat pasrah, mau bagaimana lagi.

"Allahhu Akbar!"

"Seret Tukijo dari posisi Lurah desa ini!"

"Seret!"

"Woy Tukijo, keluar!"

"Sampeyan kafir!"

Berbagai seruan dan teriakan kelompok Sukrin sepertinya tidak sampai terdengar di ruang kerja Tukijo, calon Lurah yang segera akan dilantik.

Tukijo yang duduk di sofa, sesekali memandangi tingkah Sukrin, persis seperti nonton film yang tidak ada suaranya.

Di ujung jalan desa tampak Kyai Maksum dan Sodrun berjalan terburu-buru menuju tempat Sukrin orasi.

Sodrun tidak ingin Sukrin berlebihan menanggapi politik di desanya.

"Wis-wis su. Turun. Cukup. Cukup." Sodrun menenangkan Sukrin.

"Yok opo sampeyan drun! Ojo cegah aku! Aku iki lagi nahi munkar! Minggir!"

"Allahhu Akbar!"

Nasihat Sodrun tidak digubris teman SD nya tersebut.

Sejurus kemudian Kyai Maksum mendekat.

"Sukrin. Anakku. Turun lah."

"Injih yai," Sukrin kemudian turun mimbar. Tidak menentang, takut kualat.

"Sukrin anakku, kamu sudah tahu dan faham?"

"Faham apa Yai?"

"Gusti Allah iku Maha Lembut, lan ugo menyukai kelembutan. Udah. Cukup. Maafkanlah Tukijo. Mohonkan ampun. Dan bermusyawarahlah kepadanya. Kalau kamu benar-benar tulus amar ma’ruf nahi mungkar, bertawakallah kepada Gusti Allah,"

"Tukijo iku emang gak sholat, tapi yo ndak seburuk Fir’aun, Tukijo ndak pernah ngaku-ngaku Tuhan to?"

"Injih yai."

"Sementara kamu itu ya cuma Sukrin. Apalah artinya kamu, saya, Sodrun, dan masyarakat desa ini kalau dibandingkan Nabi Musa alayhissalam? Kan ndak ada apa-apanya, iya to?"

"Injih Yai."

"Allah telah mengutus manusia yang jauh lebih baik dari kita kepada manusia yang jauh lebih buruk dari calon Lurah desa kita. Tapi Gusti Allah memberikan wanti-wanti kepada beliau agar berlemah lembut."

"Injih Yai."

"Yaudah, sekarang pulang. Adus. Sikatan. Bojomu lan anakmu dirawat sing apik. Lan ojo lali, Islam itu baik; menyukai kebaikan; dan tidak mengajarkan selain kebaikan."

Kemudian rombongan pun bubar tanpa pekikan Allahhu Akbar.

27 September 2014

#KyaiMaksumDanSodrun

~

"Bicaralah kalian berdua kepadanya (Fir’aun) dengan lemah lembut, semoga dia ingat dan merasa takut (kepada Allah)." [qs. 20:44] – Read on Path.

Thought via Path

Anda tidak akan pernah mampu menjadi Zahir.

Yang hidupnya siap disebelahmatakan oleh orang-orang yang hubbud dunya (cinta dunia).

Jangan ditanya bagaimana parasnya. Bahkan untuk menjadi budak bagi tuannya sekalipun, ia tak akan pernah laku.

Namun begitu, ia sangat mencintai Rasulullah ﷺ dan Rasulullah ﷺ sangat mencintainya.

~

At-Tirmidzi meriwayatkan dari Anas bin Malik. Ada orang badui (pelosok) yang bernama Zahir menghadiahkan sesuatu dari desa kepada Rasulullah ﷺ. Maka tatkala ia ingin pulang ke desa, beliu mempersiapkan perbekalannya. Kemudian Nabi ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Zahir adalah orang badui kami. Dan kami adalah orang kotanya.”

Rasulullah ﷺ sangat mencintai Zahir walau buruk rupanya. Suatu hari, Rasulullah ﷺ datang kepadanya dan ia sedang menjual barang dagangannya. Kemudian beliau mendekapnya dari belakang, dan ia tidak melihat beliau. Zahir bertanya, “Siapa ini? Lepaskan aku!”

Kemudian Zahir berpaling dan tahu bahwa yang mendekapnya adalah Rasulullah ﷺ. Setelah tahu, Zahir tidak mau melepas punggungnya dari dada Rasulullah ﷺ. Maka Nabi ﷺ bersabda (sambil bercanda), “Siapa yang ingin membeli budak ini?” Zahir berkata, “Wahai Rasulullah, saya adalah budak tidak laku.”

Maka Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak wahai Zahir. Di sisi Allah, engkau bukan budak yang tidak laku, namun engkau adalah hamba yang sangat mahal dan mulia.”

~

*postingan ini lanjutan dari tulisan sebelumnya yang berjudul ‘Jadilah Orang Kaya’ | agar kita bersama-sama menata kembali makna mulia yang hakiki.

~

Zahir, engkau disebelahmatakan, tetapi engkau menghuni hati Rasulullah ﷺ. Selamat!

27 September 2014 – Read on Path.

Thought via Path

JADILAH ORANG KAYA

Karena strata tertinggi di negeri ini adalah orang kaya.

Maka sudah lumrah orang pintar di negeri ini menggunakan kepintarannya agar kaya.

Maka sudah wajar orang kuat di negeri ini menggunakan kekuatannya agar kaya.

Maka sudah biasa orang berkuasa di negeri ini menggunakan kekuasaannya agar kaya.

Siapa yang tidak ingin kaya?

Karena orang kaya di negeri ini yang dinilai paling mulia.

Maka orang baik sekalipun, di negeri ini motivasinya agar kaya. Ustadz-ustadz ceramah agar kaya. Orang-orang bersedekah agar kaya. Orang-orang berdhuha agar kaya. Orang-orang bertahajud agar kaya. Orang-orang mendekati Tuhannya agar kaya.

Gila. 🙆

26 September 2014 – Read on Path.

ALLAH DAN RASULULLAH, ITU SAJA

Kita lahir sendiri, hidup bersama, lalu mati sendiri. Tidak ada orang yang memikul tanggung jawab kita. Maka di antara kita dan Allah jangan sampai ada siapapun kecuali Rasulullah ﷺ. Jangan ada kiai, syekh, mursyid, negara, dan apapun yang menghalangi.

– Muhammad Ainun Nadjib

View On WordPress

Thought via Path

SAJAK SETAN KEPADA TUAN

Goblok! Aku kan sudah bilang, ‘Jangan jatuh cinta kepada Tuhan!’

Kalau engkau jatuh cinta kepada Tuhan, engkau akan dicampakkan kebanyakan orang.

Kalau engkau jatuh cinta kepada Tuhan, engkau tidak akan dipopulerkan, bahkan akan dikerdilkan, kalau perlu dimusnahkan.

Kalau engkau jatuh cinta kepada Tuhan, harta yang engkau cintai engkau sedekahkan. Padahal engkau mengumpulkan harta setengah mati.

Kalau engkau jatuh cinta kepada Tuhan, engkau lebih mementingkan orang lain daripada diri engkau sendiri. Padahal mereka yang engkau bantu tidak satu pun pernah berterima kasih kepadamu.

Kalau engkau jatuh cinta kepada Tuhan, engkau akan berhati-hati dihidup ini. Tidak akan sebebas yang engkau mau. Engkau akan terkekang. Nafsumu akan menderita.

Sudahlah, jangan engkau jatuh cinta kepada Tuhan.

Tidak cukupkah bukti orang-orang dahulu bagaimana hidupnya ketika mereka jatuh cinta kepada Tuhan?

Lihatlah Bilal, ia hidup miskin dengan kulitnya yang hitam gelam. Ia dihinakan dengan kondisinya bekas budak.

Lihatlah Sumayyah dan keluarganya itu. Mereka ditusuk, ditimpa keganasan hidup.

Lihatlah ‘Ali dan Fatimah. Keluarga Nabi itu hidup miskin dengan anak-anaknya yang dipenggal kepalanya. Mereka miskin tetapi lebih mementingkan orang lain.

Lihatlah Muhammad, Nabimu itu. Rumahnya tak semegah konglomerat. Tipe 21. Perutnya dililit batu. Bajunya 12 jahitan sana-sini bekas lobang.

Engkau tak ngeri melihat itu?

Jangan jatuh cinta kepada Tuhan, kalau seluruh hidupmu masih untuk mencintai selain Tuhanmu.


26 September 2014 – Read on Path.

"Spin Madly On" theme by Margarette Bacani. Powered by Tumblr.